Minggu, 07 Juli 2019

Terbaru 2020 - Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

Resep Masakan Terbaru


Dengan semakin berkembangnya jumlah sumber daya manusia dalam organisasi atau perusahaan, maka diperlukan adanya suatu manajemen yang khusus dalam pemanfaatan sumber daya manusia untuk bekerja secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi, yang disebut manajemen personalia atau manajemen sumber daya manusia.
Manajemen bukan saja mengelola sumber daya manusia, tetapi juga material, modal dan faktor produksi lainnya.Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor produksi yang paling penting yang harus dimiliki oleh setiap organisasi atau perusahaan, oleh karena itu diperlukan pengelolaan sumber daya manusia secara lebih baik, agar diperoleh sumbangan yang berarti bagi kemajuan organisasi atau perusahaan.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai manajemen sumber daya manusia, berikut ini akan dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut :
Malayu S.P Hasibuan (2003 :10)
     •      Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.
T.Hani Handoko (2000 : 4)
•           Manajemen sumber daya manusia adalah penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan baik tujuan-tujuan individu maupun organisasi.
James A.F. Stoner (2003 : 68)
•          Manajemen sumber daya manusia adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan penarikan, penempatan, pelatihan, dan pengembangan anggota organisasi.
Mary Parker Follett

•         Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu seni untuk mencapai tujuan-tujuan

organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai

pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaanpekerjaan itu
sendiri.

Edwin B. Flippo

•         Manajemen Sumber Daya Manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan

dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi,

penginegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai

berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat

Marwansyah (2010:3)

•         Manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai pendayagunaan sumber daya

manusia di dalam organisasi, yang dilakukan melalui fungsi-fungsi perencanaan

sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi, pengembangan sumber daya manusia,

perencanaan dan pengembangan karir, pemberian kompensasi dan kesejahteraan,

keselamatan dan kesehatan kerja, dan hubungan industrial.

Flippo (1994:5)

•         Manajemen Sumber daya manusia sering disebut juga dengan manajemen personalia.

Manajemen personalia merupakan proses manajemen yang diterapkan terhadap

personalia yang ada di organisasi. Manajemen personalia adalah perencanaan,

pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja,

pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja

dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan

masyarakat.

Sastrohadiwiryo (2002)

•         Menggunakan istilah manajemen tenaga kerja sebagai pengganti manajemen sumber

daya manusia. Menurutnya, manajemen tenaga kerja merupakan pendayagunaan,

pembinaan, pengaturan, pengurusan, pengembangan unsur tenaga kerja, baik yang

berstatus sebagai buruh, karyawan, maupun pegawai dengan segala kegiatannya dalam

usaha mencapai hasil guna dan daya guna yang sebesar-besarnya, sesuai dengan

harapan usaha perorangan, badan usaha, perusahaan, lembaga, maupun instansi.

Hasibuan (2003,  10)

•         Adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan

efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.

Manajemen Sumber Daya Manusia adalah bidang manajemen yang khusus

mempelajari hubungan dan peranan manajemen manusia dalam organisasi perusahaan.

Unsur MSDM adalah manusia yang merupakan tenaga kerja pada perusahaan. Dengan

semikian, fokus yang dipelajari MSDM ini hanyalah masalah yang berhubungan

dengan tenaga kerja manusia saja.

Henry Simamora

•         MSDM adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan

jasa dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja.

MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan

personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi

karyawan dan hubungan perburuhan yang mulus.

Achmad S. Rucky

•         MSDM adalah penerapan secara tepat dan efektif dalam proses akusis, pendayagunaan,

pengemebangan dan pemeliharaan personil yang dimiliki sebuah organisasi secara

efektif untuk mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang optimal oleh

organisasi tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.

Mutiara S. Panggabean

•         MSDM adalah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pimpinan dan

pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi

pekerjaan, pengadaan, pengembngan, kompensasi, promosi dan pemutusan hubungan

kerja guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan di bidang sumber daya

manusia dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu dari sisi pekerjaan dan dari sisi

pekerja.Dari sisi pekerjaan terdiri dari analisis dan evaluasi pekerjaan. Sedangkan dari

sisi pekerja meliputi kegiatan-kegiatan pengadaan tenaga kerja, penilaian prestasi kerja,

pelatihan dan pengembangan, promosi, kompensasi dan pemutusan hubungan kerja.

Hadari Nawawi (2003:42)

•         Mengemukakan bahwa MSDM adalah : “Proses mendayagunakan manusia sebagai

tenaga kerja secara manusiawi agar potensi fisik dan psikis yang dimiliki berfungsi

maksimal bagi tercapainya tujuan perusahaan”.

Fustino Cardoso Gomes (2002:3)

•         Memberikan pengartian yang berbeda, bahwa MSDM adalah : “Suatu gerakan

pengakuan terhadap pentingnya unsur manusia sebagai sumber daya yang cukup

potensial yang perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu memberikan

kontribusi yang maksimal bagi organisasi dan bagi pengembangan dirinya”.

M.Manullang (2004:198)

•        Adalah sebagai berikut : “Manajemen Sumber Daya Manusia adalah seni dan ilmu

pengadaan, pengembangan dan pemanfaatan SDM sehingga tujuan perusahaan dapat

direalisasikan secara daya guna dan kegairahan kerja dari semua kerja”.

Mathis dan Jackson (2006, 3)

•         Adalah rancangan sistem-sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan

penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi.

Fisher et.al (1993,5)

• Mendefinisikan : Human Resources Management (HRM) involves all management

decisions and practices that directly affect or influence the people, or human resources

who work for the organization. (MSDM melibatkan semua keputusan dan praktek

manajemen yang berdampak langsung atau berpengaruh ke semua orang, atau sumber

daya manusia yang bekerja bagi organisasi)

Gary Dessler (1997,2)

•         Adalah kebijakan dari praktik yang dibutuhkan seseorang untuk menjalankan aspek

“orang” atau SDM dari posisi seorang manajemen, meliputi perekrutan, penyaringan,

pelatihan, pengimbalan dan penilaian.

The Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD) dalam Mullins (2005)
•         Dinyatakan : The design, implementation and maintenance of strategies to manage

people for optimum business performance including the development of policies and

process to support these strategies. (strategi perancangan, pelaksanaan dan

pemeliharaan untuk mengelola manusia untuk kinerja usaha yang optimal termasuk

kebijakan pengembangan dan proses untuk mendukung strategi).

M.T.E. Hariandja (2002,2)

•         Manajemen Sumber Daya Manusia yang sering juga disebut dengan manajemen

personalia oleh para penulis didefinisikan secara berbeda.

Gouzali Saydam (2000, 4)

•         Manajemen Sumber Daya Manusia terdiri dari dua kata yaitu : manajemen dan sumber

daya manusia. Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengelola, menata,
mengurus, mengatur atau mengendalikannya. Dengan demikian manajemen pada

dasarnya dapat diterjemahkan menjadi pengelolaan, penataan, pengurusan, pengaturan

atau pengendalian. Sedangkan sember daya manusia semula merupakan terjemahan

dari human recources. Namun ada pula para ahli yang menyamakan SDM dengan

manpower atau tenaga kerja, bahkan sebagian orang menyetarakan pengertian SDM

dengan personnel (personalia, kepegawaian dan sebagainya). 
                                                                                             
Veithzal Rivai(2003,1)

•         Manajemen Sumber Daya Manusia  merupakan salah satu bidang dari manajemen

umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan

pengendalian. Proses ini terdapat dalam fungsi atau bidang produksi, pemasaran,

keuangan, maupun kepegawaian. Karena sumber daya manusia dianggap semakin

penting perannya dalam pencapaian tujuan perusahaan, maka berbagai pengalaman dan

hasil penelitian dalam bidang SDM dikumpulkan secara sistematis dalam apa yang

disebut manajemen sumber daya manusia. Istilah “manajemen” sempunyai arti sebagai

kumpulan pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber

daya manusia.




Dari pengertian di atas, lebih ditekankan pada pengelolaan manusia bukan sumber daya yang lainnya.Keberhasilan pengelolaan organisasi sangat ditentukan oleh kegiatan pendayagunaan sumber daya manusia.
            Pengelolaan sumber daya manusia tidaklah semudah pengelolaan sumber daya yang lainnya, karena manajemen sumber daya manusia lebih menitikberatkan perhatiannya pada faktor manusia yang mempunyai akal, perasaan dan berbagai tujuan.Berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuan, sebagian besar tergantung pada manusianya.Oleh karena itu tenaga kerja harus mendapat perhatian khusus dan merupakan sasaran dari manajemen sumber daya manusia untuk mendapatkan, mengembangkan, memelihara dan memanfaatkan karyawan sesuai dengan fungsi dan tujuan perusahaan.
            Proses pengelolaan tenaga kerja selalu merupakan hal yang sangat penting, sehingga perusahaan tersebut harus mempunyai ketentuan untuk mengatur, mengkoordinasikan masalah-masalah personalia, dan memelihara kepuasan karyawan. Tanggung jawab ini dimulai dari pemilihan posisi yang tepat bagi tenaga kerja yang sesuai dengan kemampuannya, pada saat permulaan karyawan memasuki perusahaan.
            Melalui kegiatan manajemen sumber daya manusia,diharapkan dapat terciptanya efektivitas dan efisiensi kerja yang akhirnya dapat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan. Demikian pentingnya manajemen sumber daya manusia ini, sehingga diperlukan ahli-ahli dibidang tersebut untuk dapat membantu pimpinan dalam menghadapi masalah yang timbul terutama mengenai masalah karyawan.

Terbaru 2020 - Pengertian Proses Produksi

Resep Masakan Terbaru


Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa (Assauri, 1995).
Proses juga diartikan sebagai cara, metode ataupun teknik bagaimana produksi itu dilaksanakan. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan danan menambah kegunaan (Utility) suatu barang dan jasa. Menurut Ahyari (2002) proses produksi adalah suatu cara, metode ataupun teknik menambah keguanaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor produksi yang ada.
Melihat kedua definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa proses produksi merupakan kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia.
Jenis-jenis proses produksi ada berbagai macam bila ditinjau dari berbagai segi. Proses produksi dilihat dari wujudnya terbagi menjadi proses kimiawi, proses perubahan bentuk, proses assembling, proses transportasi dan proses penciptaan jasa-jasa adminstrasi (Ahyari, 2002). Proses produksi dilihat dari arus atau flow bahan mentah sampai menjadi produk akhir, terbagi menjadi dua yaitu proses produksi terus-menerus (Continous processes) dan proses produksi terputus-putus (Intermettent processes).
Perusahaan menggunakan proses produksi terus-menerus apabila di dalam perusahaan terdapat urutan-urutan yang pasti sejak dari bahan mentah sampai proses produksi akhir. Proses produksi terputus-putus apabila tidak terdapat urutan atau pola yang pasti dari bahan baku sampai dengan menjadi produk akhir atau urutan selalu berubah (Ahyari, 2002).
Faktor-faktor  produksi  mempunyai  4 faktor kategori  :
·         Obyek Produksi; adalah material-material yang dikenai aktifitas produksi, terdiridari material utama dan material Bantu. Material utama (bahan mentah, seperti limestone, batu silica dan pasir besi) akan diubah menjadi produk melalui proses produksi.
·         Tenaga Kerja; merupakan kemampuan manusia, baik fisik maupun mental dari setiap pekerja yang melakukan kerjasama untuk suatu tujuan yaitu menghasilkan produk.
·         Alat Produksi; merupakan media untuk mengolah bahan menjadi produk dengan bantuan pekerja. Dapat merupakan alat produksi langsung (fasilitas produksi yang berupa mesin, perkakas, peralatan, perkakas Bantu dan sebagainya) atau alat produksi tak langsung (tanah, jalan, bangunan, gudang dan sebagainya). Alat produksi dapat digunakan terus-menerus dalam batas waktu umur efektifnya, sebaliknya obyek produksi akan habis bila produksi telah berlangsung.
·         Informasi Produksi; merupakan pengetahuan untuk melangsungkan proses produksi secara efektif (efisien dan ekonomis). Termasuk dalam hal ini metode produksi (prosedur teknik untuk melaksanakan proses produksi) yang mengikuti hokum teknik obyektif  termasuk empiris. Ketrampilan dapat dianggap sebagai informasi produksi yang dapat dimiliki oleh peroranganmelalui training yang merupakan proses transfer pengetahuan, pengalaman dan intuisi secara efektif.
            Proses pengubahan factor-faktor produksi, khususnya bahan mentah sehingga menghasilkan produk disebut sebagai proses produksi. Umumnya terdiri dari urutan tingkatan produksi dan setiap tingkatan produksi tersebut mempunyai urutan operasi yang dilakukan dalam setiap stasiun kerja. Oleh sebab itu proses produksi mempunyai karakteristik aliran material. Ditinjau secara makro, aliran material tersebut dimulai dari penambangan, pengolahan bahan tembang, pembuatan produk, pedagang besar, pengecer sampai pada konsumen.
            Suatu system dapat didefinisikan secara structural atau statis, secara transformasional atau fungsi dan secara prosedural atau dinamik, dengan demikian system produksi dapat mempunyai beberapa aspek yaitu aspek structural, aspek transformasional dan aspek prosedural.
·         Aspek Struktural Sistem Produksi; merupakan kesatuan elemen perangkat keras (seperti : perkakas dan peralatan produksi) dan peralatan Bantu (seperti material handling) serta dibantu oleh perangkat lunak yang berupa informasi produksi (metodologi teknologi) yang bertujuan mengubah obyek produksi (bahan mentah) menjadi produk spesifik guna memenuhi kebutuhan manusia.
·         Aspek Transformasional Sistem Produksi; merupakan proses pengubahan obyek produksi menjadi produk dengan produktifitas dan efisiensi optimum. Dalam hal ini system mempunyai karakteristik aliran material dan pembahasan berikutnya dibatasi hanya pada aliran material dalam pabrik. Masalah utama yang sering dihadapi adalah menentukan rancangan proses yang optimum (jalan sependek mungkin atau kecepatan aliran sebesar mungkin).
·         Aspek Prosedural Sistem Produksi; merupakan prosedur operasi produksi yaitu system manajemen produksi yang melaksanakan pengelolaan atas perencanaan, pelaksanaan, pelaksanaan dan pengontrolan proses produksi. Manajemen produksi berusaha untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara mengintegrasikan sumber 4M (Man, Machine, Material & Money) yang mana sebelumnya sumber-sumber tersebut tidak saling berhubungan. Dipandang dari segi system, manajemen ini mempunyai dua fungsi utama yaitu perencanaan dan pengendalian (planning & controlling).

            Pada dasarnya prosedur produksi secara keseluruhan terdiri dari dua hal yaitu, strategi perencanaan produksi dan manajemen produksi operasional (taktik). Kedua hal tersebut yang pertama sering disebut sebagai strategi dan yang kedua taktik. Strategi merupakan pengambilan keputusan secara makro yang bertujuan untuk mengadaptasikan system produksi dengan lingkungannya dan biasanya diperlukan waktu yang lama. Sedangkan taktik menyangkut masalah-masalah produksi operasional dari suatu system produksi.

Terbaru 2020 - Manajemen Industri

Resep Masakan Terbaru


Dalam dunia bisnis sekarang ini sudah memasuki zaman globalisasi dalam perdagangan internasional, untuk tetap dapat bersaing dalam menghadapi zaman globalisasi yang sekarang ini seseorang harus dapat menguasai sebuah manajemen terutama manajemen industry bagi seorang wirausahawan.
            Secara umum manajemen industri adalah tatacara mengatur sebuah industry yang bertumpu pada keunggulan sumberdaya insani dalam menghadapi lingkungan usaha. Seorang manajemen industry harus dapat menguasai manajemen kauangan, manajemen kualitas, manajeman inovasi, manajeman SDM, manajemen pemasaran, manajemen keputusan dan manajemen Ekonomi teknik. Saya akan berusaha membahas satu per satu tentang beberapa bentuk manajemen diatas.
            Seorang manajemen keuangan harus dapat merencanakan anggaran, memeriksa, mengendalikan , mengelola, mencari dan menyimpan dana. Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengelola dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.
1
 
            Manajemen kualitas adalah strategi bagai mana cara menbuat sebuah produk yang berkualitas sehingga produk tersebut disukai oleh pasar. Untuk membuat produk yang berkualitas dan disukai pasar seorang manajer harus bisa menanamkan kesadaran pekerja agar dapat bekerja secara efektif, efisien dan inovatif.
            Yang dimaksud dengan manajemen inovasi adalah bagaimana seorang pengusaha harus berfikir sekreatif mungkin untuk membuat produk baru dari produk yang lamayang akan dipasarkan memiliki keungulan dan desain yang menarik/ baru agar konsumen tidak bosan.
            Suatu proses manajemen SDM terkait tiga proses. Pertama, mengembangkan dan memperkuat karyawan baru pada proses pertama kali masuk perusahaan (onboarding). Kedua, memelihara dan mengembangkan pegawai yang sudah ada di perusahaan. Ketiga, menarik sebanyak mungkn pegawai yang memiliki kompetensi, komitmen dan karakter bekerja pada perusahaan.
            Kegiatan manajemen pemasaran adalah peroses pemasaran dapat dilakukan sebelum barang diproduksi dan tidak berakhir dengan penjualan. Pada saat pemasaran produsen harus mengetahui apa minat dan keinginan dari konsumen, sehinga memberikan kepuasan pada konsumen dan usahanya dapat berjalan terus.
            Manajemen keputusan merupakan sikap yang harus di ambil untuk mengalokasikan dana maupun SDM. Agar keputusan yang diambil tidak salah seorang wirausahawan harus dapat menguasai dan memahami teknik SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), PEST (Political, Economic, Social, Technological), dan STEER (Socio-cultural, Technological, Economic, Ecological, Regulatory).
            Ekonomi teknik adalah penentuan faktor-faktor dan kriteria ekonomi yang digunakan ketika satu atau lebih alternatif dipertimbangkan untuk dipilih dalam menyelesaikan suatu masalah di bidang teknik. Bisa juga dikatakan bahwa ekonomi teknik adalah sekumpulan teknik matematika yang menyederhanakan perbandingan ekonomi dalam suatu kasus di bidang teknik. Ilmu ekonomi tidak pernah lepas dari ilmu teknik, terutama dalam perancangan dan penerapannya di masyarakat. Dalam hal tersebut, selalu ada beberapa alternatif dalam pelaksanaannya yang masing-masing alternatif memiliki keuntungan dan kerugian yang berbeda-beda jenis dan jumlahnya. Namun penyelesaian masalah tersebut selalu memiliki kriteria ekonomi, dan kriteria tersebut digunakan untuk memilih satu dari banyak alternatif yang tersedia tersebut.
            Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam yaitu manajemen sebagai suatu proses, manajemen sebagai kolektivitas manusia, manajemen sebagai ilmu dan manajemen sebagai seni. Manajemen sebagai suatu proses, definisi manajemen sebagai seuatu proses dapat dilihat pemaparan dari beberapa tokoh sebagai berikut:
  1. Encylopedia Of The Social Science, yaitu suatu prose dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu  dilaksanakan dan diawasi.
  2. Haiman, yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalu kegiatan orang lain, melakukan usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.
  3. Giorgy R. Terry, yaitu cara pencapaian yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
  4. Manajemen sebagai suatu kolektinitas merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-lorang inilah yang disebut dengan manajemen, sedangkan orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manjemen disebut manejer.
  5. Manajemen sebagai suatu ilmu karena telah dipelajari sejak lama  dan telah diorganisasikn menjadi suatu teori manajemen.
  6. Manajemen sebagai suatu seni, yaitu suatu keahlian, kemampuan, keterampilan,dalam aplikasi prinsip, metode, dan teknik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efisisen dan efektif guna mencapai tujuan organisasi. 
            Dari definisi-definisi yang telah dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai sasaran atau tujuan secara efektif dan efisien dimana untuk dapat mencapai tujuan tersebut sumber daya manusia bekerjasama secara kolektivitas.
            Industri adalah suatu upaya sistemik untuk menggerakan pembangunan ekonomi dalam menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang tersusun atas faktor-faktor seperti sejarah, seni dan desain, ekonomi pemasaran, teknologi geografi dan dampak sosial. Dalam realitanya, industrialisasi diwujudkan dalam pengertian seperti skala (kecil-besar), hulu-hilir terpadu, aplikasi teknologi tertentu beserta penciptaan nilai tambah yang mengandung keunggulan secara komparatif, kompetitif dan kombinasi komparatif-kompetitif yang mampu menjamin kemampuan tumbuh dan berkembang atas kekuatan sendiri untuk meningkatkan kegiatan produksi dan memperkuat sektor ekonomi lainnya.
            Sumber daya manusia dalam suatu  industry adalah faktor yang paling menentukan berjalannya suatu industri. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan. 
            Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll. 
          Unsur MSDM adalah manusia. Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.
         Manajemen Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah memberikan kepada perusahaan atau industri satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini, study tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas). 
             Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas industry atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sumber daya manusia adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department. Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu industri atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
      Ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas industry atau perusahaan. Walaupun secara formal suatu departemen sumber daya manusia diciptakan untuk dapat membantu para manajer, namun demikian para manajer tetap bertanggung jawab terhadap kinerja karyawan. Departemen sumber daya manusia membantu para manajer dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia.
            Dari pemaparan diatas dapat disimpulakan bahwa manajemen industri adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk menggerakan pembangunan ekonomi manusia secara sistematik yang tersusun atas faktor-faktor seperti sejarah, seni dan desain, ekonomi pemasaran, teknologi geografi dan dampak sosial sehingga mengandung keunggulan secara komparatif, kompetitif dan kombinasi komparatif-kompetitif yang mampu menjamin kehidupan manusia dan prosesnya dapat berjalan efektif dan efisien.
            Sumber daya manusia atau disingkat SDM adalah tenaga kerja manusia yang di jadikan pekerja pada suatu organisasi atau perusahan dan industry untuk mencapai suatu tujuan didalam industry tersebut. Manajemen sumber daya manusia adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan atau industri.
            Manajemen juga menyangkut desain dan implementasi perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen ini melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya sehingga ketika sumber daya manusia ini dikontrol dengan baik maka akan memiliki hasil yang baik pula pada industry tersebut.
            Dalam imanajemen industry, industry yang baik harus berhubungan dengan sebuah sistem, karena sistem inilah yang dimaksud dengan manajemen, industry dan sumber daya manusia. 
            Suatu manajemen tidak akan berjalan ketika tidak ada yang bertanggung jawab atas berjalannya manajemen tersebut, maka dar itu dalam hal ini agar manajemen ini dapat berjalan maka diperlukan manajer. Manejer adalah seorang yang bertanggung jawab atas terselenggaranya aktivitas-aktivitas  manajemen agar tujuan dari unit yang dipimpinnya tercapai dengan menggunakan bantuan dan kerjasama orng lain. Manajemen dan manejer adalah hal yang berbeda, dimana manajemen kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen yang disebut manajer.
            Dalam sebuah industry atau perusahaan, membutuhkan seorang pemimpin atau dalam sebuah industry disebut manajer. Kaitannya dalam manajemen adalah seorang manajer dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen sehingga mampu mengaplikasikan ilmunya untuk mengorganisir dan mengoptimalkan sumber daya yang ada sehingga menjadi efektif dan efisien. Manajer disini harus mampu memanejemen semua sumber daya yang ada dimana mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian.
            Berdasarkan tingkatannya manajer dapat dibedakan dalam beberapa tingkatan yaitu manajemen puncak, menengah, dan manajemen tingkah bawah. Keterampilan manajerial yang dibutuhkan untuk masing-masing tingkat manajemen juga berbeda. Manejer tingkat atas lebih banyak memerlukan keterampilan yang bersifat konseptual, tingkat menengah adalah sebagai penerjemah konsep dan sedangkat tingkat bawah memelukan keterampilan teknis dan operasional atau yang mengerjakan dan mengaplikasikan konsep itu dalam kehidupan sehari-hari.
            Setiap jenjang manajemen membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang berbeda. Manejer puncak lebih membutuhkan kemampuan konseptual dibandingkan kemampuan teknis. Manejer menengah membutuhkan kemampuan konseptual dan teknis  secara berimbang, sedangkan manejer tingkat bawah lebih membutuhkan keterampilan teknis. Ketiga manejer tersebut membutuhkan kemampuan hubungan manusiawi yang kurang lebih sama besarnya. Dengan kemampuan yang baik diharapkan seorang manejer mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga tujuan perusahaan atau industry yang tercantum dalam visi dan misi dapat tercapai dengan baik.
            Kompetensi manajer dapat dikelompokan menjadi:
1. Management skill
            Kemampuan manajemen merupakan kemampuan dalam menerapkan fungsi-fungsi maanjemen (Planning, organizing, actuating, staffing, coordinating, commanding, budgeting and controlling) dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang muncul.
2. Technical Skill,
            Kemmpuan teknis merupakan kemampuan dalam menggunakan alat, ermasuk alat bantu     (Tools), menerapkan prosedur operasional standard an pengetahuan teknis yang berkaitan dengan bidang kerja. Manajer harus memiliki keahlian yang cukup dalam bidang kerjanya.
Human Skill, kemampuan manusiawi merupakan emampuan untuk bekerjasama dengan orang lain dan memotivasi orang lain baik sebagai individu maupun kelompok.
3. Conceptual skills,
            Kemampuan konseptual merupakan kemampuan untuk mengkordinasi dan memadukan berbagai kepemntingan dan kegiatan didalam perusahaan atau industry.manajer harus mempunyai konsep yang jelas, terarah, terukur untuk menjalankan industry tersebut.
            Oleh karena itu manajer tidak akan lepas dari pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan berangkat dari masalah atau kescempatan. Pengambilan keputusan pad dasarnya memilih alternative yang terbaik dari serangkaian alternative yang ada. Ada dua tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram keputusan tidak terprogram untuk memecahkan masalah yang tidak muncul secara rutin sedangkan keputusan yang terprogram untuk memecahkan masalah secara rutin. Dalam pengambilan keputusan situasi yang dihadapi oleh seorang manajer dapat bervariasi dari kondisi yang pasti sampai kondisi yang tidak pasti.
            Pendekatan rasional dalam pengambilan keputusan ditunjukan untuk mengurangi ketidakpstian. Urutan dalam pendekatan tersebut adalah meneliti situasi, mengembangkan alternative pemecahan, mengevaluasi alternative dan memilih yang terbaik, implementasi dan follow-up serta evaluasi. Disamping pendekatan rasional ada beberapa model yang realistis. Beberapa model tersebut adalah administrative, heuristic, intuisi, eskalasi serta pengaruh politik dan etika. Model-model tersebut menunjukan bahwa manajer tidak selalu rasional dalam pengambilan keputusan, pengambilan keputusan dapat ditingkatkan efetivitas individu maupun kelompok.
            Semua organisasi atau industry bahwa untuk dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya diperlukan manajemen yang baik. Jika industry bekerja tanpa manajemen yang baik tentu akan mngalami kesulitan dan hambatan dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkannya. Karena fungsi menajemen sendri adalah:
            Perencanaan / Planning, Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
            Pengorganisasian / Organizing, Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
            Pengorganisasian ini meliputi:
1.      Penentuan sumber daya-sumber daya dan kegiatan-kegiatan yg dibutuhkan utk mencapai tujuan organisasi.
2.      Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yg akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan.
3.      Penugasan tanggung jawab tertentu
4.      Pendelegasian wewenang yg diperlukan kepada individu-individu utk melaksanakan tugasnya.
5.      Pelaksanaan / Actuating, Fungsi pelaksanaan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.
6.      Pengendalian / Controling, Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.
Menajaga keseimbangan antara tujuan-tjuan yang bertentangan, Kadang dalam suatu industry terdapat kepentingan, tujuan, sasaran dan kegatan yang berbeda dari para pekerja. Hal ini akan menimbulkan benturan yang sangat hebat. Dengan manajemen yang baik permasalahan ini dapat diseimbangkan sehingga prioritas tujuan industry dapat diutamakan.
            Mencapai efisien dan efektifitas, Kinerja industry merupakan ukuran baik tidaknya suatu industri,  salah satu cara untuk mengukur kinerja suatu industry yaitu dengan peningkatan efisien dan efektifitas kinerja.
            Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa suatu industry untuk dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya diperlukan manajemen yang baik. Jika perusahaan dan industry bkerja tanpa manajemen yang baik tentu akan mengalami kesulitan dan hambatan yang berat dalam usaha untuk mencapai tujuannya.
            Manajemen diperlukan dalam suatu perusahaan atau industry untuk:
1.      Mencapai tujuan, tujuan akan tercapai dengan baik jika manajemen diterapkan dengan baik dengan meminimasi trial and error atau coba-coba. Melalui ilmu dan seni, sumber daya yang ada dapat dioptimalkan demi tercapainya suatu tujuan secara efektif dan efisien.
2.      Menjaga keseimbangan dantara tujuan-tujuan yang bertentangan. Kadalang dalam suatu perusahaan atau industry terdapat kepentingan, tujuan, sasaran dan kegiatan yang berbeda dari para anggota dan pengurusnya. Hal ini akan menimbulkan benturan yang sangat hebat. Dengan manajemen yang baik permasalahan ini dapat diseimbangkan sehingga prioritas tujuan bersama dapat diutamakan.
3.      Mencapai efisiensi dan efektifitas. Kinerja suatu perusahaan dan industry merupakan ukuran baik tidaknya suatu industry tersebut yaitu dengan peningkatan efisien dan efektifetas kinerja.
            Sistem informasi Manajemen
            Sistem informasi manajemen adalah suatu sistem informasi yang diperlukan bagi manajemen untuk menghasilkan kebijakan dan keputusan dalam mencapai tujuan perusahaan atau industry.
            Fungsi sistem informasi manajemen dalam perusahaan:
Perencanaan
            Dengan tersedianya sistem informasi manajemen akan dapat menyediakan data yang diperlukan untuk mengambil tindakan yang cepat dan mudah apabila terjadi masalah dengan penjadwalan. Fungsi-fungsi perencanaan yang telah  tersediadan jauh lebih berkembang memungkin perusahaan atau industry mengurangi biaya-biaya produksi barang, meningkatakan ketepatan pengiriman barabnng, serta meningkatakan flewksibelitas perusahan dan industry dalam menyusun jadwal kebutuhan stok.
            Manajemen Stok Barang, dalam manajemen stok barang sistem informasi manajemen dapat:
1.      Mengontrol stok barang
2.      Mangatur pengadaan barang
3.      Mangatur pengiriman dan penerimaan barang
4.      Melacak informasi mengenai lokasi dan banyaknya barang
5.      Melakukan penyesuaian terhadap pemerikasaan secara fisik jumlah stok barang dengan metode ”Cycle Couting” perbagian barang atau metode  “Physical Inventory” untuk seluruh barang.
6.      Memproses transaksi stok.
7.      Menganalisa dan mengatur informasi mengenai biaya
            Pengaturan yang efektif untuk barang jadi, barang setengah jadi dan bahan baku marupakan suatu hal yang  sangat penting dalam seluruh operasional perusahaan. sistem informasi manajemen memberikan sistem pengaturan barang yang handal dan terstruktur serta keseluruhan fungsi-fungsi yang dbutuhkan ntuk dapat melakukan pengontrolan secara akurat terhadap setiap transaks stok, biaya produksi, yang terjadi serta pemakaian barang.