Minggu, 07 Juli 2019

Terbaru 2020 - Manajemen Industri

Resep Masakan Terbaru


Dalam dunia bisnis sekarang ini sudah memasuki zaman globalisasi dalam perdagangan internasional, untuk tetap dapat bersaing dalam menghadapi zaman globalisasi yang sekarang ini seseorang harus dapat menguasai sebuah manajemen terutama manajemen industry bagi seorang wirausahawan.
            Secara umum manajemen industri adalah tatacara mengatur sebuah industry yang bertumpu pada keunggulan sumberdaya insani dalam menghadapi lingkungan usaha. Seorang manajemen industry harus dapat menguasai manajemen kauangan, manajemen kualitas, manajeman inovasi, manajeman SDM, manajemen pemasaran, manajemen keputusan dan manajemen Ekonomi teknik. Saya akan berusaha membahas satu per satu tentang beberapa bentuk manajemen diatas.
            Seorang manajemen keuangan harus dapat merencanakan anggaran, memeriksa, mengendalikan , mengelola, mencari dan menyimpan dana. Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengelola dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.
1
 
            Manajemen kualitas adalah strategi bagai mana cara menbuat sebuah produk yang berkualitas sehingga produk tersebut disukai oleh pasar. Untuk membuat produk yang berkualitas dan disukai pasar seorang manajer harus bisa menanamkan kesadaran pekerja agar dapat bekerja secara efektif, efisien dan inovatif.
            Yang dimaksud dengan manajemen inovasi adalah bagaimana seorang pengusaha harus berfikir sekreatif mungkin untuk membuat produk baru dari produk yang lamayang akan dipasarkan memiliki keungulan dan desain yang menarik/ baru agar konsumen tidak bosan.
            Suatu proses manajemen SDM terkait tiga proses. Pertama, mengembangkan dan memperkuat karyawan baru pada proses pertama kali masuk perusahaan (onboarding). Kedua, memelihara dan mengembangkan pegawai yang sudah ada di perusahaan. Ketiga, menarik sebanyak mungkn pegawai yang memiliki kompetensi, komitmen dan karakter bekerja pada perusahaan.
            Kegiatan manajemen pemasaran adalah peroses pemasaran dapat dilakukan sebelum barang diproduksi dan tidak berakhir dengan penjualan. Pada saat pemasaran produsen harus mengetahui apa minat dan keinginan dari konsumen, sehinga memberikan kepuasan pada konsumen dan usahanya dapat berjalan terus.
            Manajemen keputusan merupakan sikap yang harus di ambil untuk mengalokasikan dana maupun SDM. Agar keputusan yang diambil tidak salah seorang wirausahawan harus dapat menguasai dan memahami teknik SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), PEST (Political, Economic, Social, Technological), dan STEER (Socio-cultural, Technological, Economic, Ecological, Regulatory).
            Ekonomi teknik adalah penentuan faktor-faktor dan kriteria ekonomi yang digunakan ketika satu atau lebih alternatif dipertimbangkan untuk dipilih dalam menyelesaikan suatu masalah di bidang teknik. Bisa juga dikatakan bahwa ekonomi teknik adalah sekumpulan teknik matematika yang menyederhanakan perbandingan ekonomi dalam suatu kasus di bidang teknik. Ilmu ekonomi tidak pernah lepas dari ilmu teknik, terutama dalam perancangan dan penerapannya di masyarakat. Dalam hal tersebut, selalu ada beberapa alternatif dalam pelaksanaannya yang masing-masing alternatif memiliki keuntungan dan kerugian yang berbeda-beda jenis dan jumlahnya. Namun penyelesaian masalah tersebut selalu memiliki kriteria ekonomi, dan kriteria tersebut digunakan untuk memilih satu dari banyak alternatif yang tersedia tersebut.
            Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam yaitu manajemen sebagai suatu proses, manajemen sebagai kolektivitas manusia, manajemen sebagai ilmu dan manajemen sebagai seni. Manajemen sebagai suatu proses, definisi manajemen sebagai seuatu proses dapat dilihat pemaparan dari beberapa tokoh sebagai berikut:
  1. Encylopedia Of The Social Science, yaitu suatu prose dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu  dilaksanakan dan diawasi.
  2. Haiman, yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalu kegiatan orang lain, melakukan usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.
  3. Giorgy R. Terry, yaitu cara pencapaian yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
  4. Manajemen sebagai suatu kolektinitas merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-lorang inilah yang disebut dengan manajemen, sedangkan orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manjemen disebut manejer.
  5. Manajemen sebagai suatu ilmu karena telah dipelajari sejak lama  dan telah diorganisasikn menjadi suatu teori manajemen.
  6. Manajemen sebagai suatu seni, yaitu suatu keahlian, kemampuan, keterampilan,dalam aplikasi prinsip, metode, dan teknik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efisisen dan efektif guna mencapai tujuan organisasi. 
            Dari definisi-definisi yang telah dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai sasaran atau tujuan secara efektif dan efisien dimana untuk dapat mencapai tujuan tersebut sumber daya manusia bekerjasama secara kolektivitas.
            Industri adalah suatu upaya sistemik untuk menggerakan pembangunan ekonomi dalam menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang tersusun atas faktor-faktor seperti sejarah, seni dan desain, ekonomi pemasaran, teknologi geografi dan dampak sosial. Dalam realitanya, industrialisasi diwujudkan dalam pengertian seperti skala (kecil-besar), hulu-hilir terpadu, aplikasi teknologi tertentu beserta penciptaan nilai tambah yang mengandung keunggulan secara komparatif, kompetitif dan kombinasi komparatif-kompetitif yang mampu menjamin kemampuan tumbuh dan berkembang atas kekuatan sendiri untuk meningkatkan kegiatan produksi dan memperkuat sektor ekonomi lainnya.
            Sumber daya manusia dalam suatu  industry adalah faktor yang paling menentukan berjalannya suatu industri. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan. 
            Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll. 
          Unsur MSDM adalah manusia. Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.
         Manajemen Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah memberikan kepada perusahaan atau industri satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini, study tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas). 
             Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas industry atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sumber daya manusia adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department. Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu industri atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
      Ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas industry atau perusahaan. Walaupun secara formal suatu departemen sumber daya manusia diciptakan untuk dapat membantu para manajer, namun demikian para manajer tetap bertanggung jawab terhadap kinerja karyawan. Departemen sumber daya manusia membantu para manajer dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia.
            Dari pemaparan diatas dapat disimpulakan bahwa manajemen industri adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk menggerakan pembangunan ekonomi manusia secara sistematik yang tersusun atas faktor-faktor seperti sejarah, seni dan desain, ekonomi pemasaran, teknologi geografi dan dampak sosial sehingga mengandung keunggulan secara komparatif, kompetitif dan kombinasi komparatif-kompetitif yang mampu menjamin kehidupan manusia dan prosesnya dapat berjalan efektif dan efisien.
            Sumber daya manusia atau disingkat SDM adalah tenaga kerja manusia yang di jadikan pekerja pada suatu organisasi atau perusahan dan industry untuk mencapai suatu tujuan didalam industry tersebut. Manajemen sumber daya manusia adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan atau industri.
            Manajemen juga menyangkut desain dan implementasi perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen ini melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya sehingga ketika sumber daya manusia ini dikontrol dengan baik maka akan memiliki hasil yang baik pula pada industry tersebut.
            Dalam imanajemen industry, industry yang baik harus berhubungan dengan sebuah sistem, karena sistem inilah yang dimaksud dengan manajemen, industry dan sumber daya manusia. 
            Suatu manajemen tidak akan berjalan ketika tidak ada yang bertanggung jawab atas berjalannya manajemen tersebut, maka dar itu dalam hal ini agar manajemen ini dapat berjalan maka diperlukan manajer. Manejer adalah seorang yang bertanggung jawab atas terselenggaranya aktivitas-aktivitas  manajemen agar tujuan dari unit yang dipimpinnya tercapai dengan menggunakan bantuan dan kerjasama orng lain. Manajemen dan manejer adalah hal yang berbeda, dimana manajemen kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen yang disebut manajer.
            Dalam sebuah industry atau perusahaan, membutuhkan seorang pemimpin atau dalam sebuah industry disebut manajer. Kaitannya dalam manajemen adalah seorang manajer dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen sehingga mampu mengaplikasikan ilmunya untuk mengorganisir dan mengoptimalkan sumber daya yang ada sehingga menjadi efektif dan efisien. Manajer disini harus mampu memanejemen semua sumber daya yang ada dimana mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian.
            Berdasarkan tingkatannya manajer dapat dibedakan dalam beberapa tingkatan yaitu manajemen puncak, menengah, dan manajemen tingkah bawah. Keterampilan manajerial yang dibutuhkan untuk masing-masing tingkat manajemen juga berbeda. Manejer tingkat atas lebih banyak memerlukan keterampilan yang bersifat konseptual, tingkat menengah adalah sebagai penerjemah konsep dan sedangkat tingkat bawah memelukan keterampilan teknis dan operasional atau yang mengerjakan dan mengaplikasikan konsep itu dalam kehidupan sehari-hari.
            Setiap jenjang manajemen membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang berbeda. Manejer puncak lebih membutuhkan kemampuan konseptual dibandingkan kemampuan teknis. Manejer menengah membutuhkan kemampuan konseptual dan teknis  secara berimbang, sedangkan manejer tingkat bawah lebih membutuhkan keterampilan teknis. Ketiga manejer tersebut membutuhkan kemampuan hubungan manusiawi yang kurang lebih sama besarnya. Dengan kemampuan yang baik diharapkan seorang manejer mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga tujuan perusahaan atau industry yang tercantum dalam visi dan misi dapat tercapai dengan baik.
            Kompetensi manajer dapat dikelompokan menjadi:
1. Management skill
            Kemampuan manajemen merupakan kemampuan dalam menerapkan fungsi-fungsi maanjemen (Planning, organizing, actuating, staffing, coordinating, commanding, budgeting and controlling) dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang muncul.
2. Technical Skill,
            Kemmpuan teknis merupakan kemampuan dalam menggunakan alat, ermasuk alat bantu     (Tools), menerapkan prosedur operasional standard an pengetahuan teknis yang berkaitan dengan bidang kerja. Manajer harus memiliki keahlian yang cukup dalam bidang kerjanya.
Human Skill, kemampuan manusiawi merupakan emampuan untuk bekerjasama dengan orang lain dan memotivasi orang lain baik sebagai individu maupun kelompok.
3. Conceptual skills,
            Kemampuan konseptual merupakan kemampuan untuk mengkordinasi dan memadukan berbagai kepemntingan dan kegiatan didalam perusahaan atau industry.manajer harus mempunyai konsep yang jelas, terarah, terukur untuk menjalankan industry tersebut.
            Oleh karena itu manajer tidak akan lepas dari pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan berangkat dari masalah atau kescempatan. Pengambilan keputusan pad dasarnya memilih alternative yang terbaik dari serangkaian alternative yang ada. Ada dua tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram keputusan tidak terprogram untuk memecahkan masalah yang tidak muncul secara rutin sedangkan keputusan yang terprogram untuk memecahkan masalah secara rutin. Dalam pengambilan keputusan situasi yang dihadapi oleh seorang manajer dapat bervariasi dari kondisi yang pasti sampai kondisi yang tidak pasti.
            Pendekatan rasional dalam pengambilan keputusan ditunjukan untuk mengurangi ketidakpstian. Urutan dalam pendekatan tersebut adalah meneliti situasi, mengembangkan alternative pemecahan, mengevaluasi alternative dan memilih yang terbaik, implementasi dan follow-up serta evaluasi. Disamping pendekatan rasional ada beberapa model yang realistis. Beberapa model tersebut adalah administrative, heuristic, intuisi, eskalasi serta pengaruh politik dan etika. Model-model tersebut menunjukan bahwa manajer tidak selalu rasional dalam pengambilan keputusan, pengambilan keputusan dapat ditingkatkan efetivitas individu maupun kelompok.
            Semua organisasi atau industry bahwa untuk dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya diperlukan manajemen yang baik. Jika industry bekerja tanpa manajemen yang baik tentu akan mngalami kesulitan dan hambatan dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkannya. Karena fungsi menajemen sendri adalah:
            Perencanaan / Planning, Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
            Pengorganisasian / Organizing, Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
            Pengorganisasian ini meliputi:
1.      Penentuan sumber daya-sumber daya dan kegiatan-kegiatan yg dibutuhkan utk mencapai tujuan organisasi.
2.      Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yg akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan.
3.      Penugasan tanggung jawab tertentu
4.      Pendelegasian wewenang yg diperlukan kepada individu-individu utk melaksanakan tugasnya.
5.      Pelaksanaan / Actuating, Fungsi pelaksanaan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.
6.      Pengendalian / Controling, Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.
Menajaga keseimbangan antara tujuan-tjuan yang bertentangan, Kadang dalam suatu industry terdapat kepentingan, tujuan, sasaran dan kegatan yang berbeda dari para pekerja. Hal ini akan menimbulkan benturan yang sangat hebat. Dengan manajemen yang baik permasalahan ini dapat diseimbangkan sehingga prioritas tujuan industry dapat diutamakan.
            Mencapai efisien dan efektifitas, Kinerja industry merupakan ukuran baik tidaknya suatu industri,  salah satu cara untuk mengukur kinerja suatu industry yaitu dengan peningkatan efisien dan efektifitas kinerja.
            Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa suatu industry untuk dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya diperlukan manajemen yang baik. Jika perusahaan dan industry bkerja tanpa manajemen yang baik tentu akan mengalami kesulitan dan hambatan yang berat dalam usaha untuk mencapai tujuannya.
            Manajemen diperlukan dalam suatu perusahaan atau industry untuk:
1.      Mencapai tujuan, tujuan akan tercapai dengan baik jika manajemen diterapkan dengan baik dengan meminimasi trial and error atau coba-coba. Melalui ilmu dan seni, sumber daya yang ada dapat dioptimalkan demi tercapainya suatu tujuan secara efektif dan efisien.
2.      Menjaga keseimbangan dantara tujuan-tujuan yang bertentangan. Kadalang dalam suatu perusahaan atau industry terdapat kepentingan, tujuan, sasaran dan kegiatan yang berbeda dari para anggota dan pengurusnya. Hal ini akan menimbulkan benturan yang sangat hebat. Dengan manajemen yang baik permasalahan ini dapat diseimbangkan sehingga prioritas tujuan bersama dapat diutamakan.
3.      Mencapai efisiensi dan efektifitas. Kinerja suatu perusahaan dan industry merupakan ukuran baik tidaknya suatu industry tersebut yaitu dengan peningkatan efisien dan efektifetas kinerja.
            Sistem informasi Manajemen
            Sistem informasi manajemen adalah suatu sistem informasi yang diperlukan bagi manajemen untuk menghasilkan kebijakan dan keputusan dalam mencapai tujuan perusahaan atau industry.
            Fungsi sistem informasi manajemen dalam perusahaan:
Perencanaan
            Dengan tersedianya sistem informasi manajemen akan dapat menyediakan data yang diperlukan untuk mengambil tindakan yang cepat dan mudah apabila terjadi masalah dengan penjadwalan. Fungsi-fungsi perencanaan yang telah  tersediadan jauh lebih berkembang memungkin perusahaan atau industry mengurangi biaya-biaya produksi barang, meningkatakan ketepatan pengiriman barabnng, serta meningkatakan flewksibelitas perusahan dan industry dalam menyusun jadwal kebutuhan stok.
            Manajemen Stok Barang, dalam manajemen stok barang sistem informasi manajemen dapat:
1.      Mengontrol stok barang
2.      Mangatur pengadaan barang
3.      Mangatur pengiriman dan penerimaan barang
4.      Melacak informasi mengenai lokasi dan banyaknya barang
5.      Melakukan penyesuaian terhadap pemerikasaan secara fisik jumlah stok barang dengan metode ”Cycle Couting” perbagian barang atau metode  “Physical Inventory” untuk seluruh barang.
6.      Memproses transaksi stok.
7.      Menganalisa dan mengatur informasi mengenai biaya
            Pengaturan yang efektif untuk barang jadi, barang setengah jadi dan bahan baku marupakan suatu hal yang  sangat penting dalam seluruh operasional perusahaan. sistem informasi manajemen memberikan sistem pengaturan barang yang handal dan terstruktur serta keseluruhan fungsi-fungsi yang dbutuhkan ntuk dapat melakukan pengontrolan secara akurat terhadap setiap transaks stok, biaya produksi, yang terjadi serta pemakaian barang.

Selasa, 02 Juli 2019

Terbaru 2020 - Istilah-Istilah dalam Pencak Silat

Resep Masakan Terbaru



1. Pasangan ialah sikap awal sebagai taktik untuk menentukan pola pembelaan  atau pola penyerangan berikutnya.
2. Pola Pembelaan (Pola sambut).
3. Pola Penyerangan.
4. Langkah ialah cara mendekati atau membuat jarak terhadap lawan yang langsung diiringi dengan sikap pasang yang baru.
5. Pola Langkah merupakan taktik untuk menyusun pembelaan atau serangan    yang juga dapat digunakan untuk menguasai medan.

Ketentuan nilai pada pertandingan Pencak Silat :

1.        Nilai 1      : untuk elakan atau tangkisan yang berhasil  dan di susul dengan       pukulan yang tepat mengenai sasaran.
2.      Nilai 2       : serangan kaki yang masuk pada sasaran.
3.      Nilai 3       : menjatuhkan lawan.

Perlengkapan gelanggang :
1.      Ember.
2.      Jam pertandingan.
3.      Gong atau alat yang berfungsi sama.
4.      Lampu babak.
5.      Perlengkapan pembantu pesilat.
6.      Formulir pertandingan.

Perlengkapan bertanding :
1.      Pakaian bertanding atau pakaian pencak silat berwarna hitam plus sabuk.
2.      Pelindung badan.
3.      Pelindung kemaluan.




Pembagian Kelas dalam Pencak Silat :
1.      Golongan remaja :
Kelas A 33 kg s\d 36 kg
Kelas B 36 kg s\d 39 kg
Kelas C 39 kg s\d 42 kg
Kelas D 42 kg s\d 45 kg
Kelas E 45 kg s\d 48 kg
Kelas F 48 kg s\d 51 kg
Kelas G 51 kg s\d 54 kg
Kelas H 54 kg s\d 57 kg
Kelas I  57 kg s\d 60  kg
2.      Golongan Taruna dan Dewasa :
Kelas A 40 kg s\d 45 kg
Kelas B 45 kg s\d 50 kg
Kelas C 50 kg s\d 55 kg
Kelas D 55 kg s\d 60 kg
Kelas E 60 kg s\d 65 kg
Kelas F 65 kg s\d 70 kg
Kelas G 70 kg s\d 75 kg
Kelas H 75 kg s\d 80 kg
Dengan seterusnya dengan selisih 5kg
Kelas bebas berarti diatas 65 kg.

Tugas wasit :
1.      Memimpin pertandingan berdasarkan ketentuan pertandingan.
2.      Menjaga keselamatan pesilat.
3.      Memeriksa kesiapan pesilat dan gelanggang.
4.      Memberi teguran, peringatan, dan hukuman pada pesilat.
5.      Menanyakan kepada juri bila ada keraguan.



Tugas Juri berkewajiban :
1.      Memberi penilaian pertandingan.
2.      Mencatat pelanggaran-pelanggaran.
3.      Menetukan pemenang berdasarkan jumlah nilai.
4.      Menandatangani formulir yang telah diisi.
5.      Menjawab pertanyaan atas keraguan keputusan wasit.

Tugas Pengamat Waktu :
1.      Menghidupkan dan mematikan jam pertandingan sesuai dengan aba-aba wasit dan waktu permainan yang ditentukan.
2.      Memberi isyarat kepada wasit saat perhitungan terhadap pesilat yang mengalami knock down.
3.      Memberitahukan wasit bahwa pertandingan siap dimulai.

Susunan pelaksanaan teknis pertandingan :
1.      Ketua pertandingan.
2.      Tim kesehatan dan dokter.
3.      Dewan wasit dan juri.
4.      Dewan hakim.
5.      Dewan pendekar.
6.      Pelanggaran dan hukuman.


Terbaru 2020 - LAPORAN PENGAMATAN GERAK YANG DILAKUKAN TERHADAP SISWA-SISWI SEKOLAH DASAR YANG BERKAITAN DENGAN CABANG ATLETIK.

Resep Masakan Terbaru



Saya mempunyai pendapat sendiri setelah saya melakukan pengamatan gerak yang dilakukan oleh siswa-siswi sekolah dasar yang berkaitan dengan cabang atletik, karena ini merupakan salah satu tugas yang harus saya lakukan dalam mata kuliah DMP Atletik. Di bawah ini merupakan pendapat saya tentang kelebihan dan kekurangan yang ada dari hasil pengamatan yang saya lakukan, diantaranya dilihat dari segi : 
* Segi psikologis
  1. Kelebihan : Dengan melakukan gerak yang telah diperintahkan oleh seorang guru yang telah disusun segala rupa dengan menyelipkan didalamnya permainan, dapat meningkatkan psikologis anak saat anak melakukan suatu gerakan tertentu sehingga anak tidak mengalami kejenuhan dalam melakukan suatu gerakan.
  2. Kekurangan : Dengan banyaknya pola-pola gerakan yang dilakukan oleh anak dapat menyebabkan anak capai sehingga anak tidak konsentrasi atau mentalnya turun lagi dalam melakukan suatu gerakan yang dituntut agar dilakukan.
* Segi Keterampilan
a.       Kelebihan : Dengan banyaknya pola-pola gerakan yang dilakukan secara berulang-ulang maka keterampilan anak dapat bertambah sehingga dapat memungkinkan anak dapat melakukan suatu gerakan tertentu dengan baik.
b.      Kekurangan : Dengan masih mudanya usia anak, maka anak masih memerlukan banyak waktu untuk dapat menyerap atau mengingat suatu gerakan yang dapat meningkatkan keterampilan geraknya, jadi pengajar harus tekun dalam mengajarkan suatu gerakan kepada anak.
* Segi Fisik
a.       Kelebihan : Dengan belajar bergerak mengikuti perintah yang diberikan pengajar dapat membantu melatih fisik anak agar terbiasa bergerak sehingga fisik anak dapat meningkat.
b.      Kekurangan : Perlu diperhatikan pula usia anak yang masih kecil dimana fisik anak masih lemah, jadi hendaknya pengajar tidak memaksakan anak agar terus bergerak yang dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Demikian pendapat saya tentang kelebihan dan kekurangan dari hasil pengamatan yang saya lakukan. Mohon maaf bila ada kesalahan yang terdapat pada hasil pemgamatan yang saya tulis diatas. 

Terbaru 2020 - Pemberdayaan Sarana Pembelajaran Pendidikan Jasmani

Resep Masakan Terbaru


Berdasarkan kata pemberdayaan, sangat kompleks artinya tergantung dari sudut pandang orang yang menggunakan istilah tersebut. Akan tetapi nampaknya banyak para ahli yang membuat defisinisi dari kata pemberdayaan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (balai pustaka, 1995:214) mendefisinisikan bahwa pemberdayaan merupakan cara yang amat praktis dan produktif untuk mendapatkan yang terbaik dari kita sendiri dan dari staf kita. Karena itulah maka pemberdayaan mempunyai makna dan maksud tertentu, yaitu memanfaatkan semua faktor dan fasilitas yang ada guna mencapai tujuan seefektif dan seefisien mungkin.
Selanjunya Engkoswara (1999:119) berpendapat bahwa pemberdayaan itu merupakan pemanfaatan secara maksimal sumber daya yang ada. Dalam hal ini bias memanfaatkan tenaga manusia berupa pembagian tugas-tugas fungsi dalam organisasi yang bias dituangkan dalam bentuk pikiran, pendapat, karya ilmiah, dan sebagainya. Richard Carver dalam bukunya Managing Director Coverdale Organization yang dikutip oleh David Clluterbuck (2003:3) mendefisikan pemberdayaan sebagai upaya mendorong dan memungkinkan individu-individu untuk mengemban tanggung jawab pribadi atas upaya mereka memperbaiki cara mereka melaksanakan pekerjaan-pekerjaan mereka dan menyumbang pada pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Hal itu dituntut terciptanya suatu budaya yang mendorong orang-orang disemua tingkat untuk merasa mereka bisa menghasilkan perubahan dan membantu mereka mendapatkan kepercayaan diri dan keterampilan-keterampilan untuk menghasilkan perubahan-perubahan itu. Definisi lain pemberdayaan menurut David Clutterbuck dalam bukunya The Power Of Empowerment adalah
a. Upaya menemukan cara-cara baru untuk memusatkan kekuasaan ditangan orang-orang yang paling membutuhkannya untuk melaksanakan pekerjaannya, memberikan kewenangan, tanggung jawab, sumber-sumber dan hak-hak yang paling tepat untuk masing-masing tugas.
b.      Upaya menciptakan situasi dan kondisi dimana orang-orang bisa menggunakan kualitas-kualitas dan kemampuan-kemampuan mereka ditingkat maksimum untuk mewujudkan tujuan bersama.
Dalam dunia pendidikan, pemberdayaan ditujukan kepada para peserta didik, guru, kepala sekolah. Pegawai administrasi dan sarana pembelajaran yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Pemberdayaan dalam penelitin ini mengarah pada pemberdayaan sarana pembelajaran yang ada disekolah untuk mendukung terlaksananya situasi pembelajaran yang diinginkan.
Pemberdayaan ini tentunya akan dirasakan berhasil bila dalam pelaksanaannya didukung oleh segala komponen yang ada dan mempengaruhi lembaga yang menaunginya, sehingga pada waktu pelaksanaannya pemberdayaan harus dijadikan suatu komitmen bersama dalam meningkatkan proses belajar mengajar yang diharapkan sampai terwujudnya tujuan pembelajaran yang ditetapkan.  
Istilah sarana pembelajaran adalah terjemahan dari facilities, yaitu sesuatu yang dapat digunakan dan dimanfaatkan dalam pelaksanan kegiatan pembalajar olah raga atau pendidikan jasmani. Uraian diatas sesuai dengan yang dikemukakan oleh Arifin (1987:168), “sarana adalah sesuatu yang dipergunakan sabagai alat dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiata-kegiatan”.  Sarana pembelajaran merupakan pendukung utama dalam kelancaran proses belajar mengajar pendidikan jasmani di sekolah.
Beberapa rincian sarana/alat pembelajaran pendidikan jasmanj, sebagai berikut :
a.   Bola besar
jenis-jenis bola besar salah satunya dipergunakan untuk permainan sepak bola, bola tangan, bola basket, dan bola voly.
b.  Bola kecil
jenis-jenis bola kecil salah satunya dipergunakan untuk permainan softball, baseball, dan hochey.
c.  Kayu pemukul
     kayu pemukul dapat dipergunakan untuk permainan softball dan hochey.
d.  Alat untuk cabang atletik
     alat untuk cabang atletik diantaranya lembing, peluru, cakram, tongkat estapet,gawang untuk lari gawang, stop watch, bendera star, alat meteran minimal 50 meter.
b.      Alat senam
Alat-alat  senam terdiri dari matras (usahakan yang terbuat dari karet busa), peti lompat, dan lain-lain.

Oleh karena itu, keberadaan sarana pembelajaran pendidikan jasmani sering sekali pengajar mengalami kesulitan didalam menyampaikan materi pelajaran ke siswa di karenakan kekurangan peralatan di sekolah tempat mereka mengajar. Sarana pembelajaran pendidikan jasmani yang dimiliki oleh setiap sekolah tidaklah sama, ada sekolah yang memiliki peralatan yang lengkap, ada juga sekolah yang kurang lengkap sarana pembelajaran pendidikan jasmaninya. Bagi guru yang mengajar disekolah yang lengkap sarana pembelajarannya mungkin tidak akan menjadi masalah dalam memberdayakan sarana pembelajaran, mungkin hanya memikirkan cara penggunaan, pengelolaan, dan pengaturan sarana pembelajaran itu. Sebaliknya bila disekolah tempat mereka mengajar tidak lengkap sarana pembelajarannya mungkin dalam pemberdayaan sarana pembelajaran akan lebih sulit, karena guru bukan hanya memikirkan cara penggunaan, pengelolaan, dan pengaturannya, tetapi bagaimana mengadakan atau menciptakan alat yang tidak ada agar tidak menghambat proses pembelajaran yang dilaksanakan, serta tidak mengurangi tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Namun dengan keadaan tersebut justru menjadi tantangan bagi guru dalam menciptakan suasana pembelajaran yang diinginkan agar materi yang di sampaikan dapat berjalan dengan lancar tanpa mengurangi tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu sebelum mengajar guru pendidikan jasmani harus mengetahui keberadaan sarana pembelajaran yang ada di sekolah tempat ia mengajar, berapa jumlah sarana pembelajaran yang ada dan bagaimana kondisi keadaannya. Ada beberapa faktor pemberdayaan sarana pembelajaran yang akan peneliti bahas dalam penelitian ini, antara lain :
1.      Penggunaan atau pemanfaatan sarana pembelajaran
Penggunaan sarana pembelajaran harus disesuaikan dengan jenis dan fungsi alat-alat atau sarana pembelajaran yang bersangkutan. Soebroto et.al (1978:3) menjelaskan bahwa : “ pengadaan sarana dan prasarana olah raga yang sesuai dengan penggunaannya, akan memberikan efektifitas dan efisiensi yang tinggi”. Maksud dari pendapat tersebut adalah dengan penggunaan alat-alat olah raga yang sesuai dengan fungsinya maka akan dapat menghasilkan pencapaian tujuan pengajaran pendidikan jasmani yang maksimal. Hal seperti itu sangatlah penting dilakukan oleh guru, karena menyangkut kelancaran proses pembelajaran.
Seperti halnya prasarana pembelajaran pendidikan jasmani, sarana pembelajaran jasmani yang digunakan pada masing-masing cabang olah raga memiliki ukuran yang standar, akan tetapi apabila cabang olah raga tersebut dipakai sebagai materi pembelajaran pendidikan jasmani, sarana yang digunakan bisa hasil kreatifitas guru dalam memberdayakan sarana yang sudah ada menjadi lebih bermanfaat kegunaannya disesuaikan dengan kondisi sekolah dan karekteristi siswa.
 Dalam penggunaan atau pemanfaatan sarana pembelajaran tidak harus menggunakan sarana yang lazim dipakai oleh guru dalam proses pembelajarannya, itu sesuai dengan pendapat Lutan (1998:19), menjelaskan : “tidak ada ketentuan bahwa alat yang digunakan harus alat yang lazim dipakai dalam kegiatan olah raga yang sebenarnya. Terbuka kesempatan bagi guru pendidikan jasmani untuk membuat sendiri sarana atau alat pembelajaran sesuai dengan kebutuhan guna menyampaikan bahan pelajaran, kreatifitas memanfaatkan sumber-sumber setempat merupakan kunci keberhasilan mengatasi masalah tersebut”. Jadi jelaslah sudah bahwa penggunaan sarana pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran tidak harus sarana yang baku, tetapi guru pendidikan jasmani dapat menggunakan sarana-sarana pembelajaran yang ada dalam proses pembelajaran tetapi disesuaikan dengan kebutuhan materi yang disampaikan.  
2.      Pengelolaan sarana pembelajaran
               Pengelolaan sarana pembelajaran sangat penting dilakukan oleh semua guru pendidikan jasmani. Guru sebelum melakukan proses pembelajaran merinci terlebih dahulu sarana pembelajaran yang akan digunakan, dan sesudah selesai pembelajaran guru harus kembali merinci peralatan yang telah digunakan, kalau saja peralatan tadi ada yang rusak atau hilang dapat diketahui. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Supandi (1991:121) yaitu “ Aspek manajerial perlengkapan dalam proses belajar mengajar pendidikan jasmani ialah distribusi perlengkapan sebelum proses belajar mengajar dan pengumpulan perlengkapan sesudah proses tersebut”.
Pendapat senada diutarakan oleh Supandi (1991:122) yaitu : “hal lain dalam pengelolaan alat, kelengkapan untuk proses belajar mengajar adalah pengumpulan alat-alat setelah dipakai.Tanda prosedur yang ketat, kehilangan atau kerusakan alat sering terjadi justru pada saat-saat selesai kegiatan proses belajar mengajar khususnya alat perorangan”. Selain pengecekan kelengkapan sarana pembelajaran sebelum maupun sesudah pembelajaran, sarana perlu juga pemeliharaan agar kualitasnya tidak cepat hilang dikarenakan pemakaian dalam mendukung proses pembelajaran.
Dari penjelasan diatas maka jelaslah bahwa pengelolaan kelengkapan sarana pembelajaran di dalam pendidikan jasmani sangatlah penting dalam menunjang proses pembelajaran pendidikan jasmani, dan sarana pembelajaran itu harus disiapkan oleh guru baik sebelum dimulai pelajaran atau sesudah berakhirnya pelajaran pendidikan jasmani.
3.  Pengaturan sarana pembelajaran
              Pengaturan sarana pembelajaran sangat fital fungsinya dalam proses pembelajaran, dikarenakan semua guru pendidikan jasmani harus dapat mengatur sarana pembelajaran sedemikian rupa agar proses pembelajaran yang akan dilakukan dapat berjalan dengan baik. Dari mulai mengatur, menyusun, memasang, dan merapikan sarana atau alat pembelajaran harus sepengetahuan guru pendidikan jasmani. Dengan pengertian lain dapat dikatakan bahwa pengaturan perlengkapan sarana pembelajaran pendidikan jasmani tergolong aspek yang sangat strategis dalam proses belajar mengajar pendidikan jasmani. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Supandi (1991:121-122), beberapa prosedur pengaturan  perlengkapan dalam proses belajar mengajar pendidikan jasmani dikemukakan sebagai berikut :



a. Sendiri-sendiri
 Siswa antri didepan tempat pemberian alat, guru atau petugas gudang            membagikan alat-alat yang diperlukan itu kepada tiap-tiap siswa.
b. Sendiri-sendiri berdasarkan nomor
 Sama dengan yang pertama kecuali setiap anak diberi nomor tertentu yang sesuai dengan nomor alat.
c. Kelompok
 Pembagian dan pengumpulan alat kelengkapan itu dilaksanakan melalui ketua kelompok.
d. Dengan tanda atau perjanjian
Guru meletakkan alat atau kelengkapan pada suatu peti atau dus dan diletakkan di tengah ruang atau lapang atau di mana saja yang mudah dicapai siswa. berdasarkan tanda tertentu siswa pergi ke kotak alat tersebut dan mengambil alat yang ditentukan sebelumnya.
Dari penjelasan diatas jelaslah bahwa guru harus mampu dalam hal pengaturan sarana pembelajaran pada waktu kegiatan proses belajar mengajar berlangsung dan guru harus mampu mengatur sarana pembelajaran yang akan digunakan oleh siswa.
Pengaturan sarana pembelajaran untuk efektifitas pengajaran, Lutan (1998:18) menjelaskan :“Beberapa siasat yang dapat ditetapkan sebagai berikut : Pertama, alat ditempatkan pada beberapa station. Kedua, latihan berkawan, salah seorang bertugas untuk mengawasi temannya yang sedang berlatih berikut bergantian. Ketiga, alat-alat disebar di sekeliling lapangan, semua alat ditempatkan pada tempat yang memungkinkan guru dapat mengamati semua station latihan”.

Dengan demikian sarana pembelajaran harus diatur dengan sebaik-baiknya agar siswa dapat menggunakan sarana pembelajaran itu untuk belajar secara optimal dan sarana itu harus dapat di tempatkan dengan aman dan dapat terkontrol oleh guru. Sehingga sarana pembelajaran yang tersedia di sekolah dapat terpakai dalam waktu yang cukup lama.